Kaimana – Kepolisian Daerah Papua Barat turut melaksanakan launching dan peresmian operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Terpencil di Kampung Wamesa, Distrik Kambrauw, Kabupaten Kaimana, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari peluncuran serentak SPPG Polri di seluruh Indonesia yang diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia melalui sarana virtual.
Peresmian tersebut dipimpin oleh Prabowo Subianto dan diikuti jajaran Polri di berbagai daerah. Di Papua Barat, kegiatan dihadiri oleh Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Sulastiana, M.Si., didampingi Irwasda Polda Papua Barat Kombes Pol. Subandi, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Papua Barat, Kapolres Kaimana AKBP Satria Dwi Dharma, serta unsur Forkopimda dan pemerintah daerah setempat.
Dalam kesempatan dialog virtual bersama Presiden RI, Wakapolda Papua Barat menyampaikan bahwa saat ini Polda Papua Barat memiliki delapan unit SPPG, yang terdiri dari dua SPPG wilayah aglomerasi di Manokwari dan Fakfak, serta enam SPPG di wilayah terpencil, masing-masing lima di wilayah Polres Kaimana dan satu di Polres Fakfak.
Secara keseluruhan, program SPPG di Papua Barat memberikan manfaat kepada 4.871 penerima dan menyerap 181 tenaga kerja. Untuk wilayah terpencil, seluruh unit SPPG sedang dalam tahap persiapan operasional, termasuk dapur SPPG di Kampung Wamesa.
Wakapolda menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut menghadapi berbagai tantangan geografis. Lokasi yang jauh dari pusat kabupaten serta akses transportasi darat dan laut dengan kondisi cuaca yang kerap ekstrem menjadi hambatan tersendiri dalam proses distribusi material dan bahan baku. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan komitmen jajaran Polda Papua Barat dalam mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program SPPG Terpencil di Kampung Wamesa akan melayani 132 penerima manfaat yang terdiri dari anak TK, siswa SD, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang seluruhnya merupakan masyarakat asli Papua. Dalam operasionalnya, dapur SPPG juga mengoptimalkan penggunaan bahan pangan lokal guna mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat, dengan dukungan pasokan tambahan dari luar wilayah Papua untuk menjamin kualitas dan kecukupan gizi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kehadiran SPPG di wilayah terpencil merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Kami ingin memastikan bahwa program nasional ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di daerah terpencil Papua Barat. Kehadiran SPPG bukan hanya tentang penyediaan makanan bergizi, tetapi juga tentang membangun harapan dan masa depan generasi muda Papua,” ujar Kabid Humas.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Polda Papua Barat akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi agar pelaksanaan program berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Menanggapi laporan tersebut, Presiden RI menyampaikan apresiasi atas kerja keras jajaran Polri, khususnya Polda Papua Barat dan Polres Kaimana, yang dinilai mampu melaksanakan program strategis pemerintah hingga ke wilayah dengan tingkat kesulitan akses yang tinggi. Presiden juga mendorong agar proses verifikasi segera dilakukan sehingga dapur SPPG di Kampung Wamesa dapat segera beroperasi penuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(rd)







