Papua – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsek Tembagapura bersama personel Brimob Yon B Satgas Amole II–2025 melaksanakan patroli dialogis gabungan di seputaran Kampung Waa Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Tembagapura Iptu Firman dengan melibatkan Wakapolsek Iptu Eksan Laane, Kanit Samapta Iptu Ramli, S.H., Wadanpos Brimob Aiptu Roy Watimena, serta sejumlah personel Polsek dan Brimob.
Patroli dialogis dilakukan di sepanjang Jalan Akses Tembagapura–Banti dengan menyambangi masyarakat serta para tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu, Kapolsek menyampaikan imbauan kamtibmas agar situasi keamanan tetap terjaga, khususnya di wilayah hukum Polsek Tembagapura.
Kapolsek mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu konflik. Ia juga menegaskan pentingnya peran para tokoh dalam menyampaikan pesan damai kepada warga dan mengingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang melanggar hukum.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak membawa senjata tajam seperti parang, panah, pisau, kapak maupun ketapel saat beraktivitas, serta tidak mengonsumsi dan mengedarkan minuman keras dan menghindari praktik perjudian yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas.
“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Kapolsek kepada warga.
Patroli dialogis ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekaligus mencegah peredaran minuman keras serta potensi gangguan kamtibmas lainnya di wilayah Distrik Tembagapura.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Ke depan, patroli serupa akan terus ditingkatkan secara berkelanjutan melalui kegiatan rutin dan pendekatan persuasif guna memperkuat sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah.(rd)







